Meet Anthony Tandiyono


Meet one of Indonesia’s young talented fashion designer, Anthony Tandiyono!

His obsession with beautiful clothes began at a very early stage of life. In 2014, Anthony Tandiyono manifested his mind and time to realise his dream by returning to Jakarta and established his self titled label. In 2015, he began to create his own set of sizing chart and released a ready to wear collection. “A woman should always wear what she loves because only then the clothes will love her back and so the world”, said Anthony.

Check out our interview with this talented fashion designer whom is also our guest teacher at MKLAV.

    M: Hai Anthony!
    A: Hai!

    M: Apa kesibukan kamu sekarang?
    A: Setelah selesai launching koleksi terbaru saya dan memperlihatkan 2 koleksi yang berbeda di keduataan Australia dan di LPM, kesibukan sekarang adalah untuk memenuhi dateline custom client saya dan juga marketing untuk penjualan koleksi terbaru saya dan juga mempersiapkan bazaar untuk Women’s International Club pada November mendatang.

    M: Bagaimana awalnya memulai karir di bidang fashion?
    A: Saya memulai karir saya begitu memasuki fashion design course di RMIT Australia. Pada tahun keempat saya, saya bekerja freelance sebagai pemayet untuk Mariana Hardwick di Melbourne. Setelah tamat kuliah, saya pun bekerja fulltime untuk Mariana Hardwick di bidang payet dan finishing. Setelah hampir 2 tahun bekerja di Mariana Hardwick saya beralih profesi menjadi pemotong kain di Melbourne label Forever New, di situ saya belajar memotong berbagai jenis kain sehingga sekarang saya dituntut potong kain apapun, tidak ada ragu di pikiran saya. Tahun 2014, saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta untuk memulai karir saya sebagai seorang fashion designer.

    M: Favorite part about being a fashion designer?
    A: No two days are the same.

    M: Selamat ya atas kemenangannya sebagai juara 3 LPM 2018!
    A: Thank you!

    M: Such an inspiring collection! Boleh ceritakan inspirasi koleksi kamu?
    A: Sinful Light ini diambil dari perpaduan kultur betawi peranakan, di mana saya melihat perbedaan antara wanita peranakan yang selalu dianggap sebagai kaum yang lemah , sementara wanita betawi terkenal sebagai tulang punggung keluarga di mana mereka harus tegar. Stereotype yang kuno ini, saya baur menjadi satu di mana wanita jaman sekarang di mana setiap wanita harus melewati banyak rintangan dalam kehidupannya di mana ia akan tetap melewati jalan yang benar atau akan terpanggil mengikut alur yang salah. Semua ini menandakan perjalanan hidup seseorang yang membentuk jati dirinya sendiri.

    M: What is the most unforgettable moment during LPM?
    A: Yang paling tidak terlupakan adalah minggu minggu di mana saya dan tim kerja saya bekerja mati-matian untuk menyelesaikan 3 koleksi yang berbeda dalam 1 bulan dan juga ditambah custom order client client saya. Ini mengingatkan saya betapa solid tim kerja saya dan saya sangat mengapresiasi komitmen mereka.

    M: Adakah persaingan antar teman sesama fashion designer?
    A: Persaingan itu pasti ada , tetapi jelas ini semua persaingan sehat di mana kita akan saling mendorong agar masing masing berkreasi lebih baik lagi. Karena jika kalian sebagai fashion designer bersaing dengan tidak sehat, suatu saat pasti akan ketahuan karena fashion industri itu sangatlah kecil.

    M: Mengenai karir kamu sebagai fashion teacher, mengajar apa saja selama di MKLAV?
    A: Saya ketika di MKLAV mengajar pola dan final collection preparation. Tetapi yang paling penting saya mengajar bagaimana kehidupan seorang fashion designer yang sebenarnya. Banyak murid yang masuk dengan konsepsi salah di mana mereka menganggap pekerjaan seorang fashion designer hanyalah menggambar dan tugas saya sebagai teacher adalah untuk membangunkan mereka dari khayalannya.

    M: Seru nggak mengajar? Apa saja yang bikin seru?
    A: Mengajar seru karena banyak bertemu murid murid dari berbagai sisi kehidupan. Banyak yang karir karirnya menarik dan mereka tetapi tetap ingin belajar fashion. Paling seru dari mengajar adalah berbagi cerita, berbagi ilmu dan melihat bahwa yang kita ajarkan tidaklah sia-sia.

    M: Who is your favorite local and international fashion designers?
    A: Local: Pak Biyan, Toton – International : Tom Ford

    M: Thank you for your time, Anthony!
    A: Thank you ?